Menunggu..
Jangan mempertaruhkan nyawa, keluarga di rumah menunggu. Kira2 seperti itu pesan peringatan di samping pintu kereta api. Membacanya, q jadi berpikir : “Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak tinggal bersama keluarga? lalu bagaimana dengan mereka yang sudah tidak memiliki siapa2 lagi?”. Siapa yang akan mengkhawatirkan mereka saat sedang tidak di rumah?
Banyak orang yang memang lebih memilih hidup sendiri. Banyak alasan yang menyertainya. Mungkin mereka juga tidak akan suka kalau ada orang lain yang memperhatikannya. Mungkin mereka juga bukan orang yang suka menetap di suatu tempat.
Namun ternyata mengetahui seseorang menunggu kita di rumah itu sangat melegakan. Suami yang tahu bila istri dan anak2nya menunggu di rumah pasti akan sangat bahagia saat bersegera pulang. Bahkan Ibu sendiri sering bercerita saat sedang pergi ke luar kota lalu ia melihat anak2 yang terlantar di jalan, ia selalu ingat anak2nya yg menunggu di rumah.
Betapa bahagianya bila pulang di rumah disambut oleh orang2 yg menyayangi kita. Karena yakin orang2 yg kita sayangi selalu menunggu di rumah, kita selalu punya tempat untuk pulang. Kita jadi punya tempat untuk selalu kembali.
The Miracle
Apa itu persahabatan? Setiap orang pasti memiliki jawaban sendiri atasnya. Mereka yang dikecewakan,dikhianati teman. Mereka yang baru saja kehilangan seorang teman. Atau mereka yang merasa tidak pernah memiliki teman. Masing2 dengan pandangan berbeda. Lain halnya dengan pandangan q : “Friendship is Miracle” - persahabatan itu sebuah keajaiban (klo q ga salah-maap klo Englishnya not so good)
Jadi dimana letak ajaibnya? Dibayangkan saja, seorang anak kecil yg baru masuk kelas pertamanya. Atau mudahnya flashback ke masa lalu qta. Sebut saja namanya Mawar (lho?koq kaya…). Mawar yang baru pertama kali masuk kelas. Baginya semua yang ada di dalam kelas itu adalah orang asing. bel tanda pelajaran dimulai belum berbunyi. Tak lama kemudian seorang anak yg sebayanya datang menghampiri. Sebut saja namanya Rosa. Rosa yang penasaran dengan Mawar lalu bertanya “Hai, namanya siapa?” . Dengan ragu Mawar mulai meperkenalkan diri. Mereka pun bercakap2
Yang mengherankan, setelah 6,5 menit ternyata mereka menemukan kecocokan di diri teman barunya ini. Sama-sama suka warna hijau, sama-sama suka kucing, dll. Ajaibnya, setelah keesokan hari,si mawar ini tidak mau dan takut pergi kemana2 kecuali ditemenin Rosa. Jajan bareng, piket bareng, sampe pulang bareng.
Satu hal yg bisa disebut keajaiban kecil. Persahabatan bisa membuahkan kecocokan, mengajarkan kasih sayang dan menghargai perbedaan, memunculkan sebuah keterikatan bahkan ketergantungan.
Kata orang, persahabatan itu abadi, karena itu tidak ada istilah mantan sahabat.
Jadi betapa berharganya persahabatan ini. Sesuatu yg sering lupa tuk qta syukuri. Sahabat mungkin bukan makhluk yg diciptakan untuk kita, tapi sebuah kehadiran untuk mengisi hari2 qta.
Note: Thx for all my Friend, terimakasih atas setiap hari2 penuh suka duka yang qta lewatkan bersama
Uncategorized | Comments (1)Balik ke Kandang
entah sejak kapan, tapi sepertinya rutinitas di semester akhir ini jauh dari perkiraan. Singkat kata, hampir tidak ada sesuatu yang bisa dikerjakan…..selain Tugas Akhir. Sejak pertama mengerjakannya sepertinya sangat penuh dengan semangat, walaupun sering juga redup karna berbagai hal. Apalagi dengan kebiasaan nulis di blog yg kian surut, sungguh disayangkan. Karna itu q coba nulis2 lagie, kasian nie kandang dah lama ga dirapiin, ga dibersihin, udah usang dan berdebu. Happy bloggin’ everyone…. Here i come back
Uncategorized | Comments (1)Jln Satria III no 219
Seperti biasa, sore ini sepulang dari kampuss q mnjemput adikku. Saat di perjalanan, q putuskan tuk mengambil jalan pulang memutar. Yaitu mlewati Ring Road Utara. Saat q sampai di suatu tempat, q perlambat laju motorku. Q menoleh utk sekedar melihatnya. Rumah yang kutinggali di masa kecil. Meski bukan di tepi jalan besar, tapi rumah itu tetap terlihat. Rumah yang banyak menyimpan kenangan masa kecil q dan adikq. Skumpulan pohon bambu yang dulu meneduhi halaman rumah sudah disingkirkan. Tanah2 yg kosong banyak dibangun rumah2 mewah. Namun ternyata ada hal2 yg belum berubah. Lapangan dekat rumah tempat q maen bola,bersepeda,ataupun permainan konyol seperti menangkap belalang. Begitu pula sungai di belakang rumah - tempat q dan adikku memancing -walau ga pernah sekalipun dpat ikan.he5x.
Hidup memang seperti aliran sungai, mengalir dari hulu ke hilir. Melewati setiap percabangan saat dihadapkan dengan suatu pilihan. Kita tidak kan kembali berputar ke hulu. Karena itu bila sudah terlalu banyak menyimpang, segeralah cari jalur untuk pulang. Pulang ke aliran utama.
Hidup akan penuh dengan suatu kehilangan. Seperti pohon yang akan selalu kehilangan ranting dahan dan daun. Apa yang hilang tak dapat kembali lagi. Meski dapat berganti, tapi takkan pernah sama. Karena itu seharusnya kita dapat mencintai dan mensyukuri apa yang masih dimiliki. Sebelum semuanyapergi……….
Uncategorized | Comments (4)SIbuk buk buk buk……..
Hahaha… begitulah hari2 q jalani di minggu2 ini. Sampe lupa klo q punya blog yg lama ga posting di mari. Hadudduduhh. Buat anggota buzzie fans club : maafkan aku tlah mengecewakan kalian smua (hekekek). Banyak daftar kegiatan yg kudu diselesaikan. Banyak laporan menunggu. Banyak kerjaan (gaya2an) menumpuk. Banyak cewek2 menunggu (wahahaha) buat dikasi makan (emangnya ayam….eh upss). Dan sepertinya ga perlu banyak penjelasan lagi buat tau klo q benar2 dah stress. hehehehehe
Uncategorized | Comments (4)Kartini - Antara Emansipasi dan Tradisi
21 April 1879 merupakan tanggal kelahiran seorang putri dari Bupati Jepara. Anak ini tumbuh dan kemudian lebih dikenal dengan nama Kartini. Kartini muda mempunyai nasib yang sama dengan putri-putri Jawa lainnya. Dalam tradisi Jawa seorang putri diharuskan untuk menjaga sikap, perlakuan, serta pergaulan. Terlebih tradisi Pingit yang mengharuskan seorang putri Jawa yang sudah menginjak usia remaja untuk berdiam di balik tembok Continue reading »
Uncategorized | Comments Off